hukum asal sedekah adalah

Hukum Asal Sedekah adalah Sunnah, Bisa Jadi Haram

Hukum Asal Sedekah adalah – Apakah kamu pernah membayangkan hukum sedekah itu haram? Padahal sedekah itu kan perbuatan terpuji, mengapa menjadi haram? Yuk simak secara lengkap alasannya disini.

Islam sebagai agama rahmatan lil alamin, mengajarkan pada umatnya untuk terus menebar kebaikan. Contoh perbuatan baik yang harus dilestarikan adalah sedekah.

Sedekah adalah amal baik yang dapat meringankan beban hidup saudara yang sedang kesulitan dan membutuhkan bantuan. Dengan sedekah, ukhuwah islamiyah terbangun. Melalui shodaqoh, silaturahmi terjalin. Akibatnya, rezeki akan terus mengalir pada pelakunya.

Baca juga : teks ceramah agama islam tentang sedekah

Sayangnya, tidak semua hukum sedekah itu sunnah dan dapat menuai kebaikan. Justru, baik pelaku dan penerima mendapat celaan karena sedekah haram yang mereka kerjakan.

Hukum Asal Sedekah adalah Sunnah

Meski hukum sedekah itu sunnah, namun mengajarkan anak-anak untuk gemar bersedekah sangat perlu dilakukan. Sebab banyak ditemukan keutamaannya. Sang anak menjadi senang bersedekah dan kelak ia akan tumbuh menjadi pribadi yang peduli dan peka terhadap kondisi orang lain.

Agar anak terbiasa bersedekah, tidak salahnya orang tua mengenalkan padanya tentang manfaat dan hukum sedekah dalam Islam.

Sebagai orang tua, kita harus mampu menjelaskan kepada anak tentang hukum sedekah dalam Islam adalah sunnah. Jika dikerjakan, anak akan mendapat pahala. Jika tidak dilakukan, ia tidak mendapat dosa namun rugi karena tak memperoleh pahala.

baca juga : Quotes Sedekah yang Bisa Jadi Inspirasi

Dengan penjelasan yang tepat, sedikit demi sedikit anak akan memahami hukum sedekah dengan baik. Apalagi, jika orang tua langsung memberikan contoh sedekah kepada orang lain dihadapannya.

Metode keteladanan dalam pembelajaran sangatlah efektif. Strategi mengajar ini ringkas dan nyata, tidak perlu banyak buang suara. Sastra Arab mengatakan : “Lisanul hal afshahu min lisanil maqal”, artinya : keteladanan lebih memberi arti dan mempengaruhi daripada ucapan.

Maka, jika kita ingin anak paham hukum sedekah dan gemar berbagi, kita mesti memberikan contoh padanya secara rutin. Dimulai dari cara memurnikan niat sampai pada pelaksanaan sedekah itu sendiri.

Baca Juga :  Jelaskan Pengertian Sedekah Secara Lengkap

Jika amal jariyah ini diterima dan diterapkan oleh anak, maka orang tua harus bersiap-siap. Sebab, mereka akan menuai pahala yang terus mengalir, sekalipun mereka telah meninggal dunia.

Baca juga : cara sedekah subuh 40 hari

Agar ia senang bersedekah, tak salahnya jika kita sampaikan padanya bahwa Allah Taala sangat menyukai contoh perbuatan baik itu. Lalu memintanya untuk membayangkan, apa saja yang akan diterima oleh orang memberi sedekah jika ia telah disukai oleh Allah Taala? Bukankah setiap doanya akan lebih mudah untuk dikabulkan?. Allah Swt berfirman dalam Quran Surah al Baqarah ayat 276 yang artinya: “Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran dan bergelimang dosa.”

Hukum Asal Sedekah adalah Sunnah, Bisa Berubah Karena Ini

Setelah berhasil mengajari anak tentang hukum sedekah, selanjutnya orang tua perlu memberitahukan rambu-rambu dalam bersedekah. Sebab, ada waktunya wajib berinfak. Ada masanya, makruh bershodaqoh. Ada kalanya, asal-asalan dalam sedekah bisa dihukumi haram.

Kapankah hukum asal sedekah sunnah berubah menjadi wajib, makruh dan haram? Berikut penyebabnya.

Hukum sedekah adalah wajib, jika kita memiliki materi yang berlebih sedang di sekitar lingkungan kita ada warga yang patut untuk dibantu. Contohnya, kita wajib bersedekah makanan jika ada tetangga yang kelaparan, sedangkan kita punya stok makanan yang berlebihan.

Bernazar atau berjanji untuk sedekah karena telah mendapat suatu nikmat, juga termasuk faktor hukum sedekah menjadi wajib.

Kedua contoh ini harus dilaksanakan dan dijelaskan kepada anak. Untuk menguatkan keyakinan anak, contoh sedekah wajib ini dapat diperkuat dengan dalil tentang sedekah.

Allah Taala berfirman,

لِيُنْفِقْ ذُوْ سَعَةٍ مِّنْ سَعَتِهٖۗ وَمَنْ قُدِرَ عَلَيْهِ رِزْقُهٗ فَلْيُنْفِقْ مِمَّآ اٰتٰىهُ اللّٰهُ  ۗ  لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا مَآ اٰتٰىهَاۗ سَيَجْعَلُ اللّٰهُ بَعْدَ عُسْرٍ يُّسْرًا ࣖ

Baca Juga :  Korpri adalah Korps Pegawai Republik Indonesia

“Hendaklah orang yang mempunyai keluasan memberi nafkah menurut kemampuannya, dan orang yang terbatas rezekinya, hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak membebani kepada seseorang melainkan (sesuai) dengan apa yang diberikan Allah kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan setelah kesempitan.” (Quran Surah at Talaq ayat 7)

Hukum asal sedekah adalah sunnah, pada umumnya boleh dilakukan kapanpun dan dimanapun, selama tidak ada orang lain dalam kondisi terdesak hidupnya. Sedekah pun boleh didalam keadaan lapang maupun sempit, baik berupa materi atau non materi.

Hukum sedekah adalah makruh, bilamana sesuatu yang disedekahkan itu tidak bisa diambil manfaat dan kegunaannya. Contohnya, memberi sedekah berupa pakaian bekas yang jelek, membagikan makanan yang hampir basi, dan membelikan orang tua makanan yang ia tak boleh mengkonsumsinya.

Hukum sedekah adalah haram, jika pemberian itu mengandung mudharat dan maksiat. Contohnya, menafkahi keluarga dengan uang hasil curian, menyongok orang lain untuk kepentingannya, dan memberikan makanan yang mengandung racun sianida.

Nah, bilamana hal demikian sudah dijelaskan, anak akan semakin paham tentang sedekah. Ia sudah dapat membedakan mana sedekah yang terpuji dan tercela.

Agar kebiasaan sedekah tertanam baik dalam dirinya, orang tua bisa menjelaskan padanya tentang keutamaan sedekah itu sendiri. Dan juga, menepis beberapa anggapan miring masyarakat terhadap sedekah padanya.

Keutamaan Sedekah

Ada banyak dalil tentang sedekah yang menunjukkan keutamaannya dibandingkan amalan lainnya. Terkait ayat tentang sedekah dan keutamaannya, Allah Taala berfirman dalam Quran Surah al Hadid ayat 18 :

اِنَّ الْمُصَّدِّقِيْنَ وَالْمُصَّدِّقٰتِ وَاَقْرَضُوا اللّٰهَ قَرْضًا حَسَنًا يُّضٰعَفُ لَهُمْ وَلَهُمْ اَجْرٌ كَرِيْمٌ

“Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, akan dilipatgandakan (balasannya) bagi mereka; dan mereka akan mendapat pahala yang mulia.”

Ayat ini hendaknya disampaikan kepada anak, bahwa kalau masuk surga, ia harus banyak punya pahala. Jika ia ingin miliki pahala melimpah, gemarlah bersedekah. Cara mengajari anak sedekah bisa dengan orang tua bisa menyerahkan padanya uang 2000 perak lalu memintanya untuk dimasukkan pada kotak infaq masjid. Mudah sekali, bukan.

Selain itu, orang tua bisa jelaskan padanya tentang dosa. Bahwa setiap manusia pasti pernak berbuat dosa. Jika seseorang miliki banyak dosa, hidupnya akan celaka dan bisa membawanya ke neraka.

Baca Juga :  Apa yang Dimaksud dengan Hari Kiamat?

Jika anak ingin selamat, ia harus berusaha menghapus dosanya. Salah satu caranya dengan gemar bersedekah. Meski hukum asal sedekah adalah sunnah, tapi ia membawa berkah pada kehidupan.

Rasulullah bersabda

“Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api.” (HR Tirmidzi)

Setelah dijelaskan, hendaknya orang tua juga menepis pendapat bahwa sedekah itu menghamburkan harta dan menyebabkan kemiskinan.

Memang jika secara kasat mata, jumlah uang akan berkurang nilainya. Namun, jika uang itu disedekahkan untuk kepentingan di jalan Allah, nilai keberkahan pada harta dan hidup orang yang memberi sedekah akan meningkat.

Nilai keberkahannya pun beragam. Bisa dalam bentuk harta yang semakin bertambah, seluruh keluarga terhindar dari bencana, urusan hidup terasa dipermudah, dan lain sebagainya.

Allah Taala itu Maha Melihat dan Maha Mengetahui atas apa yang kita lakukan. Allah akan melipatgandakan balasan bagi siapapun yang Dia kehendaki, semoga kita semua termasuk didalamnya, aamiin.

Dengan memahami hukum asal sedekah sunnah yang dapat membawa berkah, segala kekhawatiran mestinya tidak ada. Justru, menjadi semakin yakin melaksanakannya. Sebab, ia dapat melipatgandakan rezeki dan menjauhkan diri dari api neraka, meski sedekah hanya sedikit tapi rutin.

Yuk, membiasakan anak untuk sedekah sejak dini. Semoga ia tumbuh menjadi anak sholeh dan sholehah yang kelak menyelamatkan orang tua di dunia dan akhirat.

Hukum asal memberikan shadaqah bagi orang yang mampu adalah Sangat Dianjurkan

Mari perbanyak amal shaqadah, biar hidup jadi berkah.

Temukan informasi penting lainnya, hanya di Media Informasi Terkini, Nexmedia.

Tinggalkan Balasan