Rasa aman saat melahirkan di Surabaya sangat bergantung pada layanan kesehatan yang konsisten dari persalinan hingga masa nifas. Buku KIA Kemenkes 2024 mencatat kematian ibu paling banyak terjadi setelah melahirkan, sehingga pemantauan nifas sangat penting.
Ibu perlu menjalani pemeriksaan kesehatan setidaknya empat kali hingga 42 hari setelah persalinan. Anda dapat menjadikan delapan standar mutu WHO 2016 sebagai panduan menilai rumah sakit tepercaya, seperti di bunda.co.id/id/doctors/hospital/rsia-pusura-tegalsari.
Ciri Rumah Sakit Ibu dan Anak Terpercaya
1. Bebas dari Praktik Persalinan yang Tidak Perlu atau Berbahaya
Persalinan harus bebas dari tindakan medis yang tidak perlu atau berbahaya. Fasilitas kesehatan yang baik tidak melakukan prosedur tanpa indikasi medis, seperti pencukuran, enema, dorongan perut kala dua, episiotomi, maupun operasi sesar.
Prinsip ini juga wajib Anda terapkan di rumah sesuai panduan Buku KIA 2024. Ibu nifas dilarang mengikat perut terlalu kencang, membuang kolostrum, atau menempelkan dedaunan pada kemaluan, sedangkan tali pusat bayi harus dibiarkan terbuka, bersih, dan kering.
2. Formulir Baku dan Pemantauan Data yang Konsisten
Rumah sakit harus data pasien secara akurat menggunakan formulir baku. Pencatatan ini dikelola tenaga medis terlatih untuk memberikan umpan balik, memantau kinerja staf, serta meningkatkan mutu pelayanan kebidanan. Selain itu, pemantauan kesehatan tetap berlanjut setelah Anda pulang menggunakan Lembar Pemantauan Ibu Nifas di Buku KIA 2024 hingga hari ke-42.
3. Skrining Risiko yang Menentukan Kebutuhan Rujukan
Standar ketiga WHO 2016 meminta penilaian kebutuhan rujukan dilakukan sejak ibu dan bayi tiba di fasilitas kesehatan. Rumah sakit yang siap harus memiliki protokol rujukan yang sesuai kapasitas, sistem triase cepat, serta sarana menstabilkan pasien.
Skrining ini mencakup pemeriksaan risiko preeklampsia sebelum usia kehamilan 20 minggu untuk mengantisipasi risiko seperti usia 35 tahun ke atas, hipertensi kronik, atau kehamilan kembar. Temuan dua risiko sedang atau satu risiko tinggi menentukan rujukan terencana ke rumah sakit.
4. Alur Informasi yang Terkoordinasi Sepanjang Perawatan
Standar keempat WHO 2016 menekankan alur informasi terkoordinasi antarpenyedia layanan kesehatan sepanjang perawatan. Informasi medis disampaikan harus akurat saat pergantian jaga, rujukan, pengiriman hasil laboratorium, serta pelaporan cepat hasil diagnostik kritis.
5. Hak Ibu untuk Memahami dan Memilih Layanan
Tenaga kesehatan wajib menjelaskan pilihan perawatan, menghormati nilai pribadi Anda, memberi kesempatan bertanya, serta meminta persetujuan sebelum tindakan. Hak memilih ini juga berlaku dalam menentukan metode KB pascapersalinan pada lembar persiapan Buku KIA 2024.
6. Pendamping Persalinan yang Dilibatkan secara Aktif
Rumah sakit didorong menyediakan ruang privat dan memfasilitasi hadirnya pendamping persalinan pilihan Anda. Pendamping diberi orientasi ringkas agar dapat memberikan dukungan emosional serta terlibat aktif selama proses melahirkan.
Peran keluarga disiapkan sejak hamil dengan meminta suami atau keluarga mendampingi pemeriksaan. Selain itu, setelah bayi lahir, ayah dan keluarga diajak berbagi tugas mengasuh serta membantu ibu merawat bayi dan menyusui, seperti memijat lembut punggung ibu.
7. Komposisi Tenaga Kesehatan yang Sesuai Kebutuhan Persalinan
Standar ketujuh WHO 2016 menetapkan penolong persalinan dan staf pendukung harus memiliki kompetensi serta bauran keterampilan yang sesuai. Uraian tugas setiap staf perlu menjelaskan peran dan tanggung jawabnya, disertai orientasi protokol serta supervisi berkelanjutan.
Kesiapan fasilitas tercermin dari ketersediaan informasi tertulis dan petunjuk area penting seperti Instalasi Gawat Darurat (IGD). Ibu yang datang akan menjalani triase agar kondisi gawat darurat diprioritaskan mendapat penanganan dari tenaga yang bertugas.
8. Area Resusitasi dan Suhu Ruangan yang Aman untuk Bayi
Standar kedelapan WHO 2016 mewajibkan ketersediaan area resusitasi khusus di ruang bersalin yang bersih dan berventilasi baik. Area tersebut harus dilengkapi meja resusitasi, penerangan memadai, serta pemancar panas atau radiant warmer.
Suhu ruang persalinan didokumentasikan pada batas aman minimal 25 derajat Celsius tanpa embusan angin. Buku KIA 2024 menerapkan prinsip serupa di rumah dengan mengatur suhu AC sekitar 25 sampai 26 derajat Celsius dan menghindarkan arah kipas angin langsung ke bayi.
Rekomendasi RSIA Pusura Tegalsari sebagai Pusat Maternitas Andal di Surabaya
RSIA Pusura Tegalsari di Jalan Tegalsari 59 terakreditasi Paripurna dari KARS dan ditetapkan sebagai Rumah Sakit Khusus Tipe C pada Maret 2024. Rumah sakit ini menjadi member of RS Bunda Group sejak diakuisisi PT Bundamedik Tbk pada 2022, melanjutkan rekam jejak layanan ibu dan anak BMHS sejak 27 Maret 1973.
Fasilitas medis mencakup NICU/PICU, laboratorium, radiologi, Women’s Health Center, dan Pediatric Health Center. Pilihan kamar rawat inap mencakup Standart/Kelas 3 sekitar Rp700 ribuan, Deluxe/Kelas 1 sekitar Rp900 ribuan, serta Perdana/VIP sekitar Rp1,4 jutaan dengan panggil perawat pribadi.
Daftar Akun di Website Bunda.co.id
Memiliki satu layanan kesahatan tunggal menjadi langkah praktis dalam mempermudah akses layanan medis sekaligus menjadwalkan konsultasi bersama dokter spesialis kebidanan atau spesialis anak di RSIA Pusura Tegalsari Surabaya. Anda dapat melihat jadwal dokter spesialis dan pemesanan janji temu dapat dilakukan secara langsung melalui platform bunda.co.id atau aplikasi OneBunda. Apabila memerlukan petunjuk registrasi maupun rincian informasi perawatan lanjutan, Anda dapat menghubungi Call Center RS Bunda pada layanan 1-500-799.