Niat Puasa Ramadhan yang Benar

Niat Puasa Ramadhan yang Benar : Kiat agar Shaum jadi Lebih Afdol

Niat Puasa Ramadhan yang Benar – Mungkin semua umat muslim sudah hafal di luar kepala bagaimana niat puasa ramadhan yang benar. Namun tak ada salahnya mempelajari lagi agar nilai puasa kita menjadi lebih afdol.

Pada pelajaran Fikih Syafi’i dalam Matan Abu Syuja, setidaknya ada empat kewajiban atau rukun puasa. (1) niat, (2) tidak makan dan minum, (3) tidak jimak, (4) tidak muntah secara sengaja.

Pada kesempatan kali ini, kita akan berfokus pada rukun puasa paling utama, niat. Tak hanya niat puasa ramadhan saja, tetapi doa-doa terkait lainnya juga akan dibahas. Dengan harapan, nilai ibadah puasa Ramadhon kita menjadi lebih sempurna.

Mengenal Arti Puasa sebelum Mempelajari Niat Puasa Ramadhan yang Benar

Kita semua tahu kalau hukum puasa ramadhon adalah wajib bagi umat muslim. Ia termasuk dari rukun Islam ketiga. Kewajibannya termaktub didalam Surah al Baqarah ayat 183 serta riwayat dari hadist Nabi.

Kala berpuasa, umat muslim wajib mampu menahan diri untuk makan, minum dan segala hal yang bisa membatalkannya. Kaum muslimin harus sabar menahan diri dari segala godaan selama satu bulan penuh.

Adapun waktu shaum dilakukan dari sejak sebelum fajar hingga terbenamnya matahari. Agar puasanya kuat, umat muslim disunnahkan melafalkan niat puasa ramadhan yang benar lalu makan sahur hingga menjelang waktu imsak.

Niat Puasa Ramadhan yang Benar

Puasa sendiri dimulai pada tanggal 1 bulan Ramadhan. Pelaksanaannya berlangsung selama 29 hingga 30 hari. Setelah itu, umat muslim akan merayakan kemenangan dengan hari raya Idul Fitri. Seperti ketika ingin melakukan shalat, shaum juga mempunyai doa serta niat memulainya.

Pada dasarnya, niat puasa itu bisa didalam hati, sebab Allah SWT Maha Mengetahui isi hati seseorang. Namun sepertinya terasa kurang afdol jika tidak mengucapkan niat secara lisan.

Disclaimer Postingan ini sangat cocok bagi Anda sebagai referensi niat puasa Ramadhan yang benar. Sebab, kami akan membahas hal ini secara tuntas. Semoga perbuatan kecil ini bisa menjadi ladang pahala bagi semuanya, aamiin.

Bacaan Niat Puasa Ramadhan dari Sahur dan Ketika Berbuka Puasa

Niat puasa ramadhan biasanya akan dilafalkan sebelum melaksanakan shaum. Bisa diucapkan ketika sahur atau sebelum adzan subuh berkumandang. Namun terkadang beberapa muslim melakukannya setelah melakukan shalat subuh, mungkin karena lupa.

Baca Juga :  Contoh Pidato Persuasif Singkat dan Lengkap

Dalam berniat shaum, setidaknya ada tiga syarat; at-tabyiit, at-ta’yiin, at-tikroor. Maknanya adalah (1) berniat pada malam hari, (2) menegaskan niat, (3) berulang setiap malamnya.

Niat Puasa Ramadhan yang Benar

Setelah kita memahami syarat niat, mari berlanjut pada bacaan niat sahur dan berbuka puasa.

  1. Bacaan Niat Sahur

Umumnya, niat berpuasa dibaca saat sebelum sahur atau sebelum melaksanakan azan subuh. Ternyata, ada juga orang melafalkannya setelah shalat tarawih. Kapanpun waktunya, poin pentingnya sebelum mulai berpuasa. Berikut bacaan niat sahur puasa Ramadhan.

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ اَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هذِهِ السَّنَةِ ِللهِ تَعَالَى

Latin: “Nawaitu shouma ghodin an adaai fardlu syahri romadhoona hadzihis sanati lillaahi ta’aalaa,”

Artinya: Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan fardhu di Bulan Ramadan tahun ini karena Allah Ta’aala.

Doa niat sahur tersebut termasuk sebagai bacaan niatan berpuasa. Melafalkannya boleh kapan saja. Terpenting, hati bertekad puasa karena Allah Ta’ala, Insha Allah puasanya bakal diterima.

Niat Puasa Ramadhan yang Benar

  1. Bacaan Berbuka Puasa

Setelah melaksanakan puasa seharian dengan menahan diri dari segala nafsu, maka kita disunnahkan berbuka puasa. Tidak ubahnya sahur, berbukanya pun memiliki bacaan doanya. Berikut doa-doa ketika berbuka puasa.

اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

Latin : allahuma lakasumtu wabika amantu waala rizkika aftortu biroh matuka ya arhamah rohimin

Artinya: Ya Allah karena-Mu aku berpuasa, dengan-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah dan dengan rezeki-Mu aku berbuka (puasa), dengan rahmat-Mu, Ya Allah Tuhan Maha Pengasih.

Selain doa tersebut, Nabi Muhammad SAW ketika berbuka puasa, Beliau membaca :

 ذَهَبَ الظَّمَـأُ، وابْــتَلَّتِ العُرُوقُ، وثَــبَتَ الأَجْرُ إِن شَاءَ اللهُ

Latin : Dzahabazh Zama’u, Wabtalatil ‘Uruuqu wa Tsabatal Ajru, Insyaa Allah.

Artinya: “Telah hilang dahaga, urat-urat telah basah, dan telah diraih pahala, Insya Allah.”

Tidak ubahnya dengan niat, doa berbuka puasa pun bebas Anda akan menggunakannya yang mana. Biasanya umat muslim sering menggunakannya bacaan pertama, namun tidak menutup kemungkinan mulai membiasakan diri membaca mengikuti Nabi Muhammad SAW agar lebih mantap di hati.

Baca Juga :  Pengertian Sedekah yang Sering Dilupakan oleh Kaum Muslimin

Baca juga : Niat Puasa Sunnah Senin Kamis

Hukum Melakukan Puasa Ramadhan

Untuk membahas lebih dalam mengenai puasa ramadhan harus ada hukum melakukannya. Mungkin memang benar wajib hukumnya namun ada beberapa poin yang memungkinkan seseorang harus melakukannya dan dalam keadaan tertentu tak masalah menggantinya. Berikut poin-poinnya.

Niat Puasa Ramadhan yang Benar

  1. Orang-orang Wajib Berpuasa

Seperti sudah dibahas sebelumnya bahwa hukum puasa ramadhan adalah wajib bagi semua pemeluk agama islam. Artinya jika dilakukan akan mendapatkan pahala dan apabila tidak melakukannya mendapat dosa, oleh sebab itulah puasa masuk ke dalam rukun islam ke tiga dan harus diamalkan.

Orang-orang diwajibkan berpuasa Ramadhan adalah semua muslimin dan muslimat mukallaf. Seperti sudah dijelaskan, bahwa hukum puasa Ramadhan tertuang secara lengkap di dalam Surat Al-Baqarah (2) : 183 berbunyi sebagai berikut beserta artinya.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

Latin : Ya ayyuhalladzina amanu kutiba ‘alaikumus-siyamu kama kutiba ‘alallazina ming qablikum la’allakum tattaqun

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, diwajib kan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajib kan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”[QS. al-Baqarah (2): 183].

Sesuai artinya sebagai umat orang beriman dan bertakwa, wajib melakukan puasa Ramadhan. Seperti sudah dijelaskan bahwa puasa menjadi rukun islam ketiga sehingga sudah pasti berkewajiban melakukannya kecuali sedang dalam keadaan tertentu.

  1. Orang-orang Tidak Diwajibkan Berpuasa

Ada keadaan dimana seseorang tidak diwajibkan berpuasa, sama halnya ketika berhalangan untuk melakukan sholat wajib. Orang-orang tersebut adalah perempuan sedang mengalami haid dan nifas tepat saat Ramadhan. Meskipun begitu mereka harus menggantinya di luar bulan Ramadhan.

Niat Puasa Ramadhan yang Benar

Seperti pada hadits riwayat, yaitu Aisyah r.a. berkata bahwa :

Baca Juga :  Kita Bersedekah Sesuai dengan Apa?

“Aisyah r.a. berkata: Kami pernah kedatangan hal itu [haid], maka kami diperintahkan mengqadla puasa dan tidak diperintahkan mengqadla shalat.” (HR. Muslim)

  1. Orang-orang yang Diberikan Keringanan untuk Tidak Berpuasa

Orang-orang yang diberikan keringanan atau dispensasi untuk tidak berpuasa dan wajib menggantinya dengan mengqadha puasanya di luar bulan Ramadhan juga sudah diatur dalam hukumnya. Mereka bisa libur menjalankannya namun tetap harus mengganti seperti pada poin sebelumnya.

Mereka yang bisa melakukannya adalah orang sakit biasa di bulan Ramadhan dan memang sudah tidak bisa menahannya harus mengkonsumsi obat. Kedua adalah keadaan sedang bepergian atau biasa disebut sebagai musafir. Namun tetap wajib menggantinya seperti ketika wanita haid atau nifas.

  1. Orang yang Boleh Meninggalkan Puasa tetapi Diganti dengan Fidyah

Mereka yang boleh meninggalkan puasa namun diganti dengan fidyah juga telah diatur pada hukum puasa ramadhan. Orang-orang tersebut harus menggantinya dengan 1 mud atau setara dengan 0,6 kg lebih makanan pokok untuk setiap harinya, dan berikut ketentuannya.

Niat Puasa Ramadhan yang Benar

  • Muslimin yang tidak mampu berpuasa, misalnya karena sangat renta atau sudah terlalu tua
  • Mereka yang sakit menahun, seperti stroke dan penyakit berat lainnya
  • Perempuan sedang hamil
  • Perempuan yang sedang proses menyusui

Selain keempat golongan tersebut tetap diwajibkan berpuasa. Untuk sedang hamil dan menyusui bisa dikondisikan pada masing-masing ibu, jika kuat dan tidak mengganggu produksi ASI bisa tetap puasa. Hal tersebut karena kondisi setiap orang berbeda.

Mempelajari berbagai informasi yang berkaitan dengan niat puasa ramadhan yang benar di atas, bisa menjadi sedikit pencerahan. Semua muslim tahu melakukannya wajib namun tidak semuanya mengetahui hukum-hukumnya sehingga diharapkan info tersebut membantu.

Ditulis oleh Redaksi Nexmedia.