cara taubat nasuha yang diterima
Cara Taubat Nasuha yang Diterima

Cara Taubat Nasuha yang Diterima, Lengkap dengan Ayatnya

Cara Taubat Nasuha yang DiterimaTaubat merupakan bukti kasih sayang Alloh ta’ala pada hamba-hamba-Nya yang berdosa untuk memperbaiki diri.

Agar taubat diterima Alloh, maka seorang hamba hendaknya kita paham tata cara tobat nasuha yang benar, berikut dengan adab-adab dalam taubat.

Semoga dengan kita memahami tatacaranya, segala dosa dan kesalahan kita diampuni oleh Allah Taala, aamiin.

Cara Taubat Nasuha yang Diterima

  • Cara Taubat Pertama, Ikhlas kepada Alloh dan tunduk bersimpuh di hadapan-Nya.

Seorang hamba yang melakukan taubat kepada Alloh ta’ala hendaknya benar-benar iklash karena Alloh, mengharapkan ampunan-Nya, dan takut akan siksa-Nya.

  • Cara Taubat Kedua : Bertaubat dari segala dosa dan menyegerakan taubat. Baik hati, lisan, maupun anggota badan.

Rosululloh shalallohu ‘alaihi wasallam bersabda:

« يَا أَيُّهَا النَّاسُ تُوبُوا إِلَى اللَّهِ فَإِنِّى أَتُوبُ فِى الْيَوْمِ إِلَيْهِ مِائَةَ مَرَّةٍ »

Wahai sekalian manusia, bertaubatlah kepada Alloh, sungguh aku melakukan taubat seratus kali setiap hari.” (HR. Muslim)

Jika Rosululloh shalallohu ‘alaihi wasallam yang sudah diampuni dosanya, baik yang telah lalu maupun yang akan datang. Maka, ummatnya yang “bergelimang” dan “berlumur” dengan dosa jauh lebih layak untuk senantiasa mengerjakan taubat.

  • Cara bertaubat Ketiga : Menyesali dosa dan maksiat, meninggalkannya, dan bertekad untuk tak mengulangi lagi.

Penyelasan adalah di antara bukti kebenaran taubat seseorang. Berawal dari penyesalan, maka seseorang harus meninggalkan dan bertekad untuk tidak mengulangi dosa dan maksiat yang pernah dilakukannya. Alloh subhaanahu wata’ala berfirman:

إِلَّا مَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صَالِحًا فَأُولَئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

Kecuali ia ber taubat, beriman, dan beramal shalih. Dosa-dosa mereka akan Alloh tukar dengan pahala. Alloh senantiasa Maha Pengampun lagi Maha Penyayang kepada semua makhluk-Nya.” (QS. QS. al-Furqon [25]: 70)

Baca juga : ceramah singkat tentang jujur

  • Cara Keempat, Mengembalikan hak-hak orang yang terdzolimi atau meminta dihalalkan.

Nabi shalallohu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa telah berbuat dzolim terhadap saudaranya, baik dalam harta maupun kehormatannya, hendaklah ia meminta dihalalkan kepadanya sekarang, sebelum datang hari ketika tiada lagi dinar dan dirham.

jika ia memiliki amal sholih, maka akan diambil darinya sekadar kedzolimannya. Jika ia tidak memiliki amal sholih, maka akan diambil dosa orang yang didzolimi dan dibebankan kepadanya.” (HR. Bukhori)

  • Cara Kelima, Tidak mengumbar aib dosa dan maksiat yang dilakukan.

Nabi shalallohu ‘alaihi wasallam bersabda, “Seluruh umatku dimaafkan kecuali al-Mujahirin (orang yang menyebarkan perbuatan maksiatnya). Termasuk mujahir adalah seorang hamba yang melakukan maksiat pada malam hari.

Kemudian, pada pagi harinya Alloh menutupinya. Namun, ia malah berkata, ‘Wahai fulan, aku telah melakukan begini dan begini tadi malam.’ Pada malam hari Alloh menutupi aibnya, tetapi keesokan harinya ia membuka penutup Alloh dari aib dirinya”. (HR. Bukhori dan Muslim)

  • Cara Keenam, Memperbaharui taubat dan berusaha menjadi lebih baik.

Terkadang seseorang yang telah melakukan taubat berpotensi melakukan maksiat kembali. Sehingga ia pun harus taubat kembali. Maka, ia harus memperbaharui taubat nya, dan berusaha terus untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari keadaan sebelumnya.

  • Cara Ketujuh, Bertaubat pada waktu diterimanya taubat.

Hukum asalnya, Alloh Ta’ala senantiasa membuka pintu taubat bagi hamba-Nya kapanpun. Hanya saja, Alloh Ta’ala memberi batas akhir diterimanya taubat. Yaitu sebelum nyawa di kerongkongan dan sebelum terbitnya matahari dari arah barat.

Berkaitan dengan hal ini Nabi shalallohu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya Alloh menerima taubat seorang hamba sebelum nyawa sampai di kerongkongan.” (HR. Ahmad).

Dalam hadits lain, Rosululloh shalallohu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa yang taubat sebelum terbitnya matahari dari arah barat, niscaya Alloh akan menerima Taubat nya.” (HR. Muslim)

Semoga Alloh subhaanahu wata’ala memberikan hidayah taufiknya agar kita menjadi hamba-hamba-Nya yang senantiasa mau taubat kepada-Nya. Wallohuhu Ta’ala a’lam…

Semoga informasi tentang cara taubat nasuha yang tepat ini bisa kita ambil pelajarannya. Semoga Allah Taala meridhai setiap doa dan taubat yang kita panjatkan, aamiin.

Cara Taubat Nasuha yang Tepat

Tinggalkan Balasan