ceramah singkat tentang ibu
ceramah singkat tentang ibu

Ceramah Singkat Tentang Ibu sebagai Kunci Sukses

Ceramah singkat tentang ibu memang selalu menyentuh. Tak jarang banyak yang mengeluarkan air mata tatkala mendengar tentang kebaikan ibu yang telah mengandung, melahirkan, merawat, dan mendidik anaknya. Sehingga islam mengajarkan untuk selalu berbakti kepada orang tua, terutama ibu.

Ceramah Singkat Tentang Ibu : Keutamaan Berbakti Kepada Ibu

Ibu adalah sosok yang paling layak untuk dipatuhi dan dihormati setelah Allah dan rasulullah. Hal tersebut sebagai tercantum dalam Q.S. Al Isra’ ayat 23 yang berbunyi:

وَقَضٰى رَبُّكَ اَلَّا تَعْبُدُوْٓا اِلَّآ اِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسٰنًاۗ اِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ اَحَدُهُمَآ اَوْ كِلٰهُمَا فَلَا تَقُلْ لَّهُمَآ اُفٍّ وَّلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيْمًا – ٢٣

Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.”

Melalui ayat ini, Allah meminta kita untuk menyembahNya semata dan birrul walidain, terlebih kepada Ibu. Sebab, beliaulah yang mengandung, melahirkan dan menyusukan sang anak. Maka, sangat tidak pantas jika ada anak yang berani membentak orangtuanya.

Saking mulianya kedudukan seorang ibu di dalam Islam, Rasulullah bersabda :

يَا رَسُوْلَ اللهِ، مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِي؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ، قَالَ أَبُوْكَ

Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi SAW menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi SAW menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi SAW menjawab, ‘Kemudian ayahmu.’” (HR. Bukhari no. 5971)

Dan Tahukah kamu, berbakti kepada orang tua juga termasuk amalan yang dicintai oleh Allah, Rasulullah bersabda :

 ….أَىُّ الْعَمَلِ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ قَالَ الصَّلاَةُ عَلَى وَقْتِهَا. قَالَ ثُمَّ أَىُّ قَالَ ثُمَّ بِرُّ الْوَالِدَيْنِ ….

….“Amal apakah yang paling dicintai oleh Allah ‘azza wa jalla?’ Beliau menjawab, ‘Shalat pada waktunya’. Lalu aku bertanya, ‘Kemudian apa lagi?’ Beliau mengatakan, ‘Kemudian berbakti kepada kedua orang tua.”….

Rezeki Melimpah karena Birrul Walidain

Berbuat baik atau Birrul Walidain ternyata mampu membuat umur dan rezeki semakin bertambah keberkahannya. Rasulullah bersabda :

مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُمَدَّ لَهُ فِي عُمْرِهِ، وَأَنْ يُزَادَ لَهُ فِي رِزْقِهِ، فَلْيَبَرَّ وَالِدَيْهِ، وَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

Siapa yang ingin dipanjangkan umurnya dan ditambahkan rezkinya, maka hendaknya ia berbakti kepada kedua orang tuanya dan menyambung silaturrahim (kekerabatan).” (HR. Ahmad)

Dengan sumber Al Quran dan hadits seperti disebutkan di atas, betapa Allah dan Rasulullah mengajarkan kepada umat-Nya untuk selalu berbakti kepada orang tua terutama ibu. Sebagai anak tentu harus menghormati dan jangan sampai membangkang.

Ceramah Singkat Tentang Ibu : Keridhoan Ibu Kunci Hidup Sukses

Salah satu kunci kesuksesan adalah memang dengan bekerja keras. Namun, agar bisa mencapai ke tujuan sukses yang penuh keberkahan, maka harus diimbangi dengan doa. Terlebih lagi jika kita menginginkan kesuksesan untuk dunia dan akhirat.

Selain itu, ada hal lain yang tidak boleh dilupakan dalam proses menuju kesuksesan, yakni doa orang tua terutama ibu. Karena akan percuma semua usaha yang dilakukan jika doa yang dipanjatkan kurang optimal. Sedangkan ibu yang melahirkan kita ternyata tidak ridho dengan hal yang sedang diusahakan.

  1. Hadits Keridhoan Ibu Kunci Kesuksesan

Meskipun suatu saat bisa mencapai kesuksesan, namun belum tentu bisa memberi keberkahan. Rasulullah pernah bersabda melalui riwayat yang disampaikan oleh Abdullah bin Umar yang berbunyi:

رِضَى الرَّبِّ فِي رِضَى الوَالِدِ، وَسَخَطُ الرَّبِّ فِي سَخَطِ الْوَالِدِ

“Ridho Allah tergantung pada ridho orang tua dan murka Allah tergantung pada murka orang tua” (HR. Tirmidzi No. 1899)

Dari hadits tersebut sudah seharusnya kita senantiasa meminta ridho orang tua terutama ibu setiap akan melakukan sesuatu. Karena ridho Allah tergantung dari ridho orang tua. Minta orang tua untuk selalu mendoakan dalam langkah kita menuju impian di masa depan.

  1. Mengapa Ibu Merupakan Kunci Kesuksesan?

Perlu disadari bahwa salah satu doa mustajab yang akan dikabulkan oleh Allah adalah doa dari kedua orang tua terutama ibu. Sehingga setiap minta doa kepada orang tua, maka insya Allah apa yang akan dijalani jadi lebih mudah.

Begitu pun sebaliknya, ketika orang tua sudah murka, maka Allah pun akan murka. Karena murka Allah tergantung dari murka orang tua. Sehingga penting sekali untuk selalu menjadi anak yang patuh dan berbakti kepada orang tua. Jangan sampai tingkah laku maupun perbuatan menyakiti hati hingga mereka murka.

Doa ibu terbukti manjur terhadap kesuksesan seorang anak. Selagi beliau masih hidup, yuk maksimalkan kesempatan ini.

Perintah Untuk Membahagiakan Orangtua

Allah dan rasul-Nya senantiasa memberikan ajaran kebaikan untuk umat Islam. Salah satunya adalah perintah untuk membuat orang lain bahagia baik yang dikenal maupun tidak dikenal. Khususnya adalah perintah untuk membahagiakan saudara seiman dan seislam.

Dari sekian banyak orang yang bisa kita bahagiakan, Ibu adalah sosok penting yang tidak boleh terlewatkan. Karena beliau adalah sosok penting yang telah mengandung, melahirkan, dan membesarkan dengan penuh cinta (ketulusan). Ibu senantiasa ikhlas dalam mengurus kita sedari kecil.

  1. Hadits Untuk Membahagiakan Ibu

Rasulullah pun pernah menyampaikan sebuah hadits ketika ada yang datang kepada beliau untuk meminta baiat. Berikut ini bunyi haditsnya, yaitu:

جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ : جئْتُ أبَايِعُكَ عَلَى الْهِجْرَةِ، وَتَرَكْتُ أَبَوَيَّ يَبْكِيَانِ، فَقَالَ : ((اِرْخِعْ عَلَيْهِمَا؛ فَأَضْحِكْهُمَا كَمَا أَبْكَيْتَهُمَا))

“Seseorang datang kepada Rasulullah SAW dan berkata, aku akan berbaiat kepadamu untuk berhijrah, dan aku tinggalkan kedua orang tuaku dalam keadaan menangis. Rasulullah SAW bersabda, kembalilah kepada kedua orang tuamu dan buatlah keduanya tertawa sebagaimana engkau telah membuat keduanya menangis.” (HR. Abu Dawud No. 2528)

Dari hadits tersebut, betapa Islam sangat menganjurkan kepada setiap umat agar berbuat baik kepada orang tua khususnya ibu. Sampai-sampai kita dilarang untuk membuatnya menangis. Bagaimana jika perilaku ibu yang kita sayangi ternyata kurang baik?

  1. Kenapa Harus Membahagiakan Ibu?

Bagaimanapun juga beliau adalah ibu kita. Aapapun yang dilakukan olehnya, kita tetap harus bersabar dan menahan iri agar tidak mengatakan hal buruk, apalagi jika sampai melakukan perbuatan seperti memukul.

Tetap berusahalah untuk membahagiakan ibu dengan sebaik mungkin dan jangan sampai melukai perasaannya. Sebagai anak tentu lebih tahu bagaimana cara membuat mereka bahagia. Lakukanlah apa yang bisa membuat mereka senang selama masih dalam koridor halal. Insya Allah, hidup akan berkah jika mereka juga bahagia.

Ceramah Singkat Tentang Ibu : Peran Ibu dalam Membangun Peradaban

Tak bisa dipungkiri bahwa peradaban yang terjadi di dunia saat ini masih jauh dari kata ideal. Ini karena masih banyak kerusakan dan kemaksiatan yang masih terjadi di mana-mana. Fakta tersebut tentu tak bisa dihindari lagi. Mirisnya, perbuatan buruk seperti itu banyak dilakukan oleh anak muda generasi bangsa.

Ibu adalah sosok penting yang juga memiliki peran dalam membangun peradaban dunia, selain pemerintah. Beliau memiliki peran penting untuk menciptakan generasi yang unggul dan beradab. Diantara tugas pokok ibu dalam membangun peradaban insan madani adalah;

  1. Pendidik Anak-anak

Ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Setiap anak yang lahir pasti akan dekat dengan ibunya sehingga penting bagi seorang ibu untuk memberikan pelajaran yang baik-baik. Karena perannya sebagai sekolah utama bagi sang anak akan sangat mempengaruhi akhlak dan karakter anaknya.

  1. Pembentuk Karakter

Pondasi karakter dan akhlak yang baik harus dibangun mulai dari dalam rumah. Di sinilah peran penting seorang ibu untuk memberikan contoh dan teladan yang baik. Selain itu, ia juga mengajarkan tentang bagaimana harus bersikap dan bertingkah laku kepada anaknya.

Jangan sampai kita menyepelekan pekerjaan ibu rumah tangga karena ternyata perannya sangat penting untuk membangun peradaban. Ibu cerdas harus bersedia terus belajar memberikan hal terbaik kepada anak-anaknya yang nantinya akan menjadi generasi penerus.

Ceramah singkat tentang ibu memang sering menjadi topik yang banyak disampaikan oleh penceramah atau pembicara. Baik di sekolah, seminar, acara keagamaan, dan lainnya. Hal ini mengingat peran ibu yang sangat penting untuk membangun peradaban.

Ceramah Singkat Tentang Ibu dan Keutamaannya dalam Islam

Baca juga informasi penting dan bermanfaat lainnya, hanya di Nexmedia.

Baca Juga :  Ceramah Singkat tentang Kematian : Fakta dan Tandanya
Pencarian PopularCeramah pendek tentang ibu buat haru

Tinggalkan Balasan