ceramah singkat tentang sedekah

Ceramah Singkat Tentang Sedekah Membawa Berkah

Ceramah singkat tentang Sedekah – Sudahkah kamu bersedekah hari ini? Tahukah kamu kalau bersedekah merupakan salah satu cara mendekatkan diri kepada Allah Taala yang paling mudah. Kamu cukup mengeluarkan sebagian kecil apa yang kamu cintai, niscaya kamu akan dicintai oleh Allah Taala.

Sedekah yang paling utama diberikan kepada orang yang ada di sekitar kita. Muliakanlah orangtua, kasihi kerabat dan tetangga, selanjutnya silakan kamu sedekah kepada orang lain yang belum kamu kenali.

Bersedekah adalah tanda bersyukur kepada Allah Taala atas segala pemberian. Sudahkah kamu bersyukur hari ini? Kamu tentunya mengetahui intisari Surat Ibrahim ayat 7 tentang syukur, bukan? Mari kita simak materi ceramah tentang sedekah ini jika kamu ingin menjadi berkah hidupnya.

  • Ceramah Singkat tentang Sedekah dapat Menyempurnakan Zakat

Zakat adalah salah satu dari rukun Islam. Setiap orang wajib menunaikan zakat setiap tahunnya. 

Terkadang, ada sebagian muzakki yang menyerahkan zakatnya karena ada kepentingan pribadi. Ia sibuk mencari simpatisan dari para penerima zakat yang ia berikan. Sungguh hal ini bertentangan, karena zakat harus dilandasi oleh niat ikhlas untuk Allah Taala.

Meski hukum sedekah adalah sunnah, namun ia dapat menyempurnakan cacat zakat yang telah oknum lakukan sebelumnya. Ceramah singkat kali ini memetik intisari sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi :

إنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ العَبْدُ يَوْمَ القِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلاَتُهُ ، فَإنْ صَلُحَتْ ، فَقَدْ أفْلَحَ وأَنْجَحَ ، وَإنْ فَسَدَتْ ، فَقَدْ خَابَ وَخَسِرَ ، فَإِنِ انْتَقَصَ مِنْ فَرِيضَتِهِ شَيْءٌ ، قَالَ الرَّبُ – عَزَّ وَجَلَّ – : اُنْظُرُوا هَلْ لِعَبْدِي مِنْ تَطَوُّعٍ ، فَيُكَمَّلُ مِنْهَا مَا انْتَقَصَ مِنَ الفَرِيضَةِ ؟ ثُمَّ تَكُونُ سَائِرُ أعْمَالِهِ عَلَى هَذَا

“Sesungguhnya amal yang pertama kali dihisab pada seorang hamba pada hari kiamat adalah shalatnya. Maka, jika shalatnya baik, sungguh ia telah beruntung dan berhasil. Dan jika shalatnya rusak, sungguh ia telah gagal dan rugi. Jika berkurang sedikit dari shalat wajibnya, maka Allah Ta’ala berfirman, ‘Lihatlah apakah hamba-Ku memiliki shalat sunnah.’ Maka disempurnakanlah apa yang kurang dari shalat wajibnya. Kemudian begitu pula dengan seluruh amalnya.” [HR. Tirmidzi, no. 413]

Ceramah singkat pada hadist diatas menganjurkan kepada kita untuk menyempurnakan sholat wajib dengan sholat sunnah. Rasulullah juga meminta kita menunaikan zakat lalu disempurnakan dengan sedekah, infaq, dan wakaf.

Sungguh kebekahan yang nyata jika materi ceramah singkat seputar sedekah ini kamu jadikan sebagai motivasi hidup. Hendaknya kita tidak membatasi diri hanya melakukan ibadah wajib saja namun juga memaksimalkan ibadah sunnah.

Bukankah dengan begini kadar pahala dan keshalihan akan kita meningkat? Sungguh merugi orang yang bermalas-malasan dalam beribadah.

Bukankah harta dan tahta itu adalah sebuah titipan dari Allah Taala? Lantas apakah penyebab orang enggan sedekah? Mari ikuti contoh ceramah singkat ini sampai akhir.

  • Ceramah singkat tentang Sedekah Tidak Membuat Miskin

Salah satu penyebab orang enggan sedekah adalah terlalu cinta gemerlap dunia. Rasulullah telah mengingatkan kita sejak dahulu kala agar tidak berlebihan mencintai kehidupan dunia. Mengutip potongan hadits tentang wahn, Rasulullah bersabda :

يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الْوَهَنُ قَالَ  حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ

“Seseorang bertanya “Ya Rasulullah ap aitu wahn? beliau menjawab “cinta dunia dan takut mati” [HR. Abu Daud no. 4297]

Allah memperingatkan agar kaum muslimin untuk tidak begitu mencintai harta. Allah Taala berfirman : 

  الَّذِي جَمَعَ مَالًا وَعَدَّدَهُ – يَحْسَبُ أَنَّ مَالَهُ أَخْلَدَهُ

“yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitung, dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya” [QS. al Humazah ayat 2-3]

Sikap berlebihan cinta terhadap harta dan hiruk pikuk dunia harus segera dimusnahkan. Ceramah singkat ini bermaksud agar kita bisa memposisikan harta demi memaksimalkan kegiatan ibadah dan amal kita, bukan sebaliknya.

Tanamkan dalam benar kita bahwa kehidupan ini akan berakhir, semua yang kita perbuat niscaya harus dipertanggungjawabkan. 

Ajarkan pada anak-anak kita bahwa akan ada kehidupan abadi yakni akhirat. Agar kehidupan akhirat selamat, diperlukan banyak persiapan. Jika kita bermalas-malasan hari ini, lantas apakah yang akan menyelamatkan kita di akhirat?

Kita bukanlah rasul, nabi, dan ulama. Kita hanya hamba Allah yang tidak terjamin kehidupan akhiratnya.

Rasulullah selalu istiqamah solat malam setiap hari hingga membengkak kakinya. Lalu kita hari ini hanya menjadi kaum rebahan. Kita belum memiliki jaminan surga, mengapa masih sesantai ini? Materi ceramah singkat ini mesti menjadi bahan renungan.

Selagi nikmat hidup dan berislam masih dalam diri, yuk maksimalkan ibadah sebelum maut menjemput.

  • Penyesalan Bagi yang Tak Sempat Bersedekah

Allah Taala mengingatkan kepada kita agar bersedekah dengan hati yang ikhlas. Betapa banyak orang yang menyesal karena belum sempat menunaikannya karena terlalu sibuk mencari kenikmatan dunia belaka. Peristiwa pada ceramah singkat ini dipetik dari Surah al Munafiqun ayat 10, Allah Taala berfirman :

وَاَنْفِقُوْا مِنْ مَّا رَزَقْنٰكُمْ مِّنْ قَبْلِ اَنْ يَّأْتِيَ اَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُوْلَ رَبِّ لَوْلَآ اَخَّرْتَنِيْٓ اِلٰٓى اَجَلٍ قَرِيْبٍۚ فَاَصَّدَّقَ وَاَكُنْ مِّنَ الصّٰلِحِيْنَ

“Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antara kamu; lalu dia berkata (menyesali), “Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian)ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang saleh.”

Penyesalan hanyalah tinggal penyesalan. Ketika ajal telah menjemput, maka ia akan datang dengan tepat waktu. Ini berlaku bagi muslim maupun musyrik. Maka, akankah kita masih ingin menunda sedekah? 

Terkait penyesalan ini, Allah Taala menggambarkan di dalam Surat al Mu’minun ayat 99-100 bahwa manusia yang lalai itu memohon-mohon kepada Allah agar minta dibangkitkan kembali setelah kematiannya. Mana mungkin, lah

حَتّٰٓى اِذَا جَاۤءَ اَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُوْنِ

“(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata, “Ya Tuhanku, kembalikanlah aku (ke dunia)”

لَعَلِّيْٓ اَعْمَلُ صَالِحًا فِيْمَا تَرَكْتُ كَلَّاۗ اِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَاۤىِٕلُهَاۗ وَمِنْ وَّرَاۤىِٕهِمْ بَرْزَخٌ اِلٰى يَوْمِ يُبْعَثُوْنَ

“agar aku dapat berbuat kebajikan yang telah aku tinggalkan.” Sekali-kali tidak! Sesungguhnya itu adalah dalih yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada barzakh sampai pada hari mereka dibangkitkan.”

Yuk cek isi kantong atau dompet kamu. Adakah sesuatu yang bisa kamu jadikan sedekah hari ini mesti hanya seribu rupiah?

Semoga ceramah singkat tentang sedekah ini bermanfaat bagi kita semua.

Temukan informasi penting lainnya, hanya di Media Informasi Terkini, Nexmedia.

Baca Juga :  Keajaiban Sedekah Rutin di Saat Sulit

Tinggalkan Balasan