hukum sedekah

Hukum Sedekah Dalam Islam

Hukum sedekah dalam Islam adalah sunnah atau sangat dianjurkan untuk orang yang memiliki kelebihan harta. Memberi sedekah kepada orang lain yang memiliki keterbatasan dalam pemenuhan kebutuhan pokok bisa memberikan manfaat dalam kehidupan spiritual.

Anda bisa menjadi pribadi yang lebih bersyukur dan memaknai hidup di dunia fana. Pasalnya, harta yang Allah SWT berikan bersifat titipan yang bisa hilang kapan saja.

Nabi Muhammad SAW menganjurkan sedekah dilakukan  tangan kanan tanpa diketahui tangan kiri. Sedekah yang diberikan seorang muslim tidak sah atau tidak memiliki pahala di sisi Allah SWT bila diberikan atas dasar riya’ atau pamer kepada orang lain.

Pujian di dunia fana bisa menjadi cambuk di akhirat, alih-alih mendapatkan pahala yang akan menaungi diri pada hari kiamat kelak.

Baca juga : contoh kultum singkat tentang sedekah

Bila seseorang tidak mampu bersedekah dalam bentuk harta, Islam memberikan kemudahan untuk muslim memberikan sedekah dalam bentuk tenaga, pikiran atau ilmu yang bisa bermanfaat untuk kehidupan orang lain. Bahkan senyum yang Anda berikan pada orang lain bisa bernilai sedekah asal didasari ketulusan dari dalam hati yang terdalam.

Hukum Sedekah dan Dalil yang Menjelaskannya

Hukum sedekah memang bersifat sunah yang artinya bisa memberikan pahala besar bila dilakukan, bila si pemberi yang memiliki kemampuan tidak melakukan sedekah, maka ia tidak berdosa.

Hanya saja ada beberapa dalil yang menjelaskan pentingnya melakukan sedekah dalam Islam. Berikut beberapa dalil yang bisa menjadi referensi anjuran melakukan sedekah yang wajib Anda pahami yaitu :

1. Surat At-Talaq ayat 7

Hendaklah orang yang mempunyai keluasan memberi nafkah menurut kemampuannya, dan orang yang terbatas rezekinya, hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak membebani kepada seseorang melainkan (sesuai) dengan apa yang diberikan Allah kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan setelah kesempitan.” (QS. Al-Talaq: 7)

Dalam surat tersebut, Allah SWT telah berjanji akan memberikan kemudahan untuk orang-orang yang mau memberikan nafkah kepada orang lain, apalagi muslim yang memiliki keluasan rezeki sesuai takaran masing-masing.

Baca Juga :  Quotes Sedekah yang Bisa Jadi Inspirasi

Baca juga : Sedekah Online dan Tips Melakukannya Secara Rutin

2. Surat Al-Baqarah ayat 276

Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran dan bergelimang dosa.” (QS. Al-Baqarah: 276).

Janganlah seorang muslim melakukan riba sebab riba hanya akan memberatkan hidup seseorang seperti apa yang disebutkan dalam Al-Qur’an dan hadis Rasulullah SAW.

Baca juga : cara sedekah subuh 40 hari

3. Sabda Nabi Muhammad SAW

Selain menjadikan Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup, umat muslim wajib melakukan hukum Islam sesuai dengan hadis yang disampaikan Rasulullah. Hadits shahih tentang sedekah yang diriwayatkan oleh sahabat rasul Bukhari dan Muslim berikut :

Setiap ruas tulang manusia harus disedekahi setiap hari di saat terbitnya matahari: berbuat adil terhadap dua orang (mendamaikan) adalah sedekah; menolong seseorang naik kendaraannya, membimbingnya, dan mengangkat barang bawaannya adalah sedekah, ucapan yang baik adalah sedekah; Berkata yang baik juga termasuk sedekah. Begitu pula setiap langkah berjalan untuk menunaikan sholat adalah sedekah. Serta menyingkirkan suatu rintangan dari jalan adalah sedekah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Hukum sedekah sudah sangat jelas sangat dianjurkan sebab bisa membuka pintu rezeki umat muslim, menjadikan pribadi lebih bersyukur, mendapatkan pahala yang berlipat ganda, bisa membantu kaum fakir miskin yang terlantar, dan masih banyak manfaat sedekah dalam kehidupan ini.

Tidak hanya di dunia, sedekah akan menjadi penerang cahaya di alam kubur, apalagi Anda rajin melakukan sedekah jariyah yang bisa memberikan pahala tanpa putus setelah ajal tiba. Yuk, rajin sedekah dengan dasar niat yang ikhlas tanpa unsur riya’!

Hukum Sedekah dan Cara Sedekah agar Bernilai Pahala

Tahukah Anda, ternyata nilai suatu sedekah itu bisa tertolak loh. Artinya, sedekah yang kita berikan, sia-sia. Mengapa demikian? Sebab, hukum sedekah harus dibarengi dengan rukun dan syarat sedekah.

Ada beberapa unsur dalam rukun sedekah, diantaranya :

  • Harus ada orang yang memberi, syaratnya orang yang memiliki benda itu dan berhak untuk membelanjakan harta.
Baca Juga :  Rukun Sedekah dan Syarat Diterimanya Sedekah

Dianjurkan memberikannya secara sirr (sembunyi-sembunyi), agar tidak muncul rasa riya dan sum’ah dan penerapan hukum sedekah bisa maksimal. Tapi, tak mengapa jika memang harus terang-terangan selama ia bisa meredam dua sifat tercela tersebut.

  • Ada orang yang diberi, syaratnya berhak memiliki. Dengan demikian tidak sah memberi kepada anak yang masih dalam kandungan ibunya atau memberi kepada binatang, karena keduanya tidak berhak memiliki sesuatu.

Dianjurkan untuk memberi sedekah kepada orang terdekat terlebih dahulu, seperti keluarga, saudara, dan tetangga di sekitar lingkungan hidup. Setelahnya, baru sedekah kepada orang yang paling terdesak kebutuhannya. Sebaliknya, jangan malas untuk bersedekah, sebab hukum sedekah itu sudah jelas.

  • Adanya akad (ijab dan qabul). Ijab ialah pernyataan pemberian dari orang yang memberi, sedangkan qabul adalah pernyataan penerimaan dari orang yang menerima pemberian.

Dianjurkan untuk melakukannya dengan perasaan yang senang. Sehingga, terbangun silaturahmi antar kedua belah pihak. Hindari perasaan ingin dipuji atau cium tangan bolak-balik, sebab bukan itu tujuan sedekah.

  • Adanya barang yang diberikan.

Dianjurkan menginfakkan atau menyedekahkan sesuatu yang bernilai baik, sesuatu yang berharga dan disukai oleh orang yang berhak menerima sedekah tersebut. Hindari untuk memberi sedekah dengan barang yang jelek, bahkan kita sendiri enggan menyimpannya di lemari.

Jika kita telah memahami setiap rukun sedekah ini, insya Allah penerapan hukum sedekah bisa lebih maksimal. Sebab, apa yang kita sedekahkan sesuai dengan standar dari Rasulullah. Sehingga, potensi mendapat keutamaan sedekah menjadi semakin besar.

Anda mungkin sudah mengetahui banyak diantara keutamaan sedekah tersebut. Namun tak salahnya, jika kita sampaikan kembali. Sebagai upaya mengamalkan Quran surah al Ashr ayat 3.

Keutamaan Sedekah yang Jarang Disadari

Umumnya, Orang mukmin sejati itu tidak pernah berharap balasan apapun dari manusia saat ia bersedekah. Ia hanya secara spontan memberikan apa yang ia miliki. Tanpa disadari, begitu banyak balasan kebaikan berupa keutamaan sedekah yang ia alami.

Baca Juga :  Hadist tentang Sedekah di Bulan Ramadhan

Contoh keutamaan sedekah adalah sebagai berikut :

  • Hukum sedekah yang diamalkan, menumbuhkan rasa kasih sayang dan mempererat hubungan antar sesama.
  • Sebagai pelindung dari musibah dan keburukan.
  • Sebagai obat dan penyembuh dari penyakit.
  • Sebagai penjaga harta dari kerusakan.
  • Memadamkan murka Allah.
  • Menumbuhkan kasih sayang dan persaudaraan sesama muslim.
  • Melunakkan hati yang keras dan sombong.
  • Sedekah bisa menambah umur, mencegah wafat husnul khatimah.
  • Menambah keberkahan harta benda.
  • Membantu meringankan beban orang lain dan meningkatkan ekonomi masyarakat.
  • Sebagai naungan di hari kiamat

Setiap keutamaan sedekah yang telah disebutkan, seyogyanya kita gapai dengan mengamalkan hukum sedekah secara kaffah. Jika merasa lelah, beristirahatlah sebentar. Lanjutkan perjalanan bersama orang mukmin lainnya, agar dapat saling menguatkan satu dengan yang lainnya.

Demi memudahkan kita meraih keutamaan sedekah, berikut ini terdapat beberapa contoh penerapan hukum sedekah. Mungkin, diantaranya bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, ya.

Contoh Penerapan Hukum Sedekah dalam Kehidupan

Cakupan sedekah sangatlah luas. Berikut ini beberapa contoh sedekah yang bisa kita terapkan mulai hari ini.

  • Menafkahi keluarga yaitu memenuhi kebutuhan pokok isteri dan anak.
  • Berbuat baik kepada tetangga, bisa dengan berkunjung ke tetangga untuk membicarakan perkara yang baik. Atau, memberikan hidangan kepadanya.
  • Mengorbankan waktu dan tenaga untuk kepentingan ummat dan tegaknya agama Allah Taala, seperti gotong royong membersihkan masjid dan sekitarnya daripada najis dan lainnya.
  • Menyusun program sedekah jariyah. Berupa wakaf mushaf, pembangunan masjid, pembangunan untuk kebutuhan sehari hari bagi lembaga pendidikan, penyediaan sarana air bersih.

Contoh penerapan hukum sedekah ini bisa kita mulai hari ini. Yuk sedekah. Mari pasang niat sedekah hanya untuk mengharapkan ridho Allah semata. Seandainya, orang lain memuji perbuatan baik kita, segera hapus itu dari benak kita. Sebab, setan dapat membisiki kita pada hal yang buruk.

Semoga kita semua tergolong orang yang istiqomah dalam bersedekah, aamiin.

Temukan informasi penting lainnya, hanya di Media Informasi Terkini, Nexmedia.

Tinggalkan Balasan