kita bersedekah sesuai dengan

Kita Bersedekah Sesuai dengan Apa?

Kita Bersedekah Sesuai dengan – Sedekah tidak selalu tentang uang. Tahukah kamu, sedekah bisa dilakukan dengan beberapa cara. Kamu bisa sedekah dengan hati, lisan dan perbuatan.

Level sedekah itu ada karena menyesuaikan kondisi, potensi dan kemampuan dari masing-masing orang yang memberi sedekah. Pada kesempatan kali ini, kita akan uraikan bagaimana pengertian sedekah dan tatacara bersedekah dengan hati, lisan dan perbuatan. Pasti Kamu jarang sekali bukan mendengar sedekah dengan hati itu seperti apa?

Di antara hikmah infaq dan sedekah adalah kita bisa lebih dekat kepada Allah Taala dan menjalin silaturahmi kepada penerima sedekah. Namun, kita bersedekah sesuai dengan kemampuan ditopang niat yang ikhlas ya.

Kita Bersedekah Sesuai dengan Kondisi Saat Ini

Rasulullah tidak membatasi sedekah dengan satu cara saja, bro. Artinya, bagaimana pun kondisi kehidupan saat ini, kita dapat bersedekah dengan cara kita sendiri. 

Baca juga : materi kultum singkat tentang sedekah

Dalam terjemah sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Ahmad bin Hambal, Rasulullah berdialog dengan para sahabatnya tentang tatacara sedekah ;

  • Rasulullah Saw: “Semestinya setiap muslim bersedekah.”
  • Sahabat : “Wahai Rasul, bagaimana dengan orang yang tak mempunyai sesuatu agar bisa sedekah?”
  • Rasulullah Saw: “Hendaknya ia berupaya dengan tenaganya sampai dia mendapat keuntungan bagi dirinya, lalu ia bersedekah (dengannya).”
  • Sahabat : “Apabila dia tak mendapat sesuatu? “
  • Rasulullah Saw: “Hendaknya dia membantu orang yang terdesak oleh keperluan dan yang memerlukan bantuannya.”
  • Sahabat : “Dan apabila perihal itu tidak juga mampu dia dilaksanakan?”
  • Rasulullah Saw: “Hendaknya dia melakukan kebaikan dan menahan diri dari kejahatan, karena hal itu merupakan sedekahnya.”

Baca juga : pidato tentang hari kiamat

Melalui hadist ini, Rasulullah meminta kepada kita untuk bekerja hingga mendapat upah lalu bersedekah. Jika tak mampu, maka bisa dengan membantu meringankan kebutuhan orang lain seperti membetulkan genteng rumah, membagikan amplop sedekah masjid ke rumah warga, dan lainnya. Jika masih belum mampu karena sakit, kita cukup menahan diri untuk tidak melakukan kejahatan, Insya Allah bernilai pahala sedekah. 

Baca Juga :  Bayar Sedekah kepada Orang Tua yang sudah Meninggal, Bisakah?

baca juga : Perbedaan Infak dan Sedekah

Ada rambu-rambu dari Allah Taala saat kita ingin memberi sedekah. Yuk tadabbur ayat al Quran berikut ini agar sedekah tidak menjadi sia-sia, namun tumbuh menjadi pahala sedekah.

Allah Taala berfirman,

لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتّٰى تُنْفِقُوْا مِمَّا تُحِبُّوْنَ ۗوَمَا تُنْفِقُوْا مِنْ شَيْءٍ فَاِنَّ اللّٰهَ بِهٖ عَلِيْمٌ

“Kamu tidak akan memperoleh kebajikan, sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa pun yang kamu infakkan, tentang hal itu sungguh, Allah Maha Mengetahui.” (Surah Ketiga dari al Quran, Ali Imran ayat 92)

sumber video : https://www.youtube.com/watch?v=NmXloGXGWF8

Mengutip dari Tafsir Jalalain, tafsir quran Surah Ali Imran ayat 92 ini menunjukkan bahwa pahala sedekah yaitu surga itu tidak dapat diperoleh apabila kita belum mau menafkahkan atau menyedekahkan sebagian dari apa yang kita cintai salah satunya berupa harta benda. Sungguh Allah Maha Mengetahui dan kelak akan membalasnya.

Memberi sedekah berupa barang bekas bukanlah sesuatu yang bagus dalam pandangan Allah, meski niat hati ikhlas 100% untuk sedekah. Terbayang gak sih, bagaimana reaksi kamu saat diberi baju bekas oleh saudaramu, sedangkan ia masih memiliki banyak baju branded yang bagus-bagus? Pasti gak nyaman rasanya, ya?.

Begitu pula saat kita sedekah. Takutnya, sedekah yang kita berikan itu justru menjadi boomerang bagi silaturahmi kita terhadap si penerima sedekah. Bukannya senang, si penerima malah dongkol kepada kita karena menjadi “penampungan” barang bekas keluarga kita. Bukankah ini berpotensi mendatangkan dosa karena menyakiti perasaan orang lain?

“Ah, itu dianya aja yang gak bersyukur dikasih pakaian bekas, masih bagus loh itu!” Barangkali demikian celetuk kita sebagai pemberi sedekah.

Bro, jika kita ingin maksimal mendapat pahala sedekah, mari ikuti aturan Allah Taala. Perintah “sedekah dengan apa yang kamu cintai” ini diperkuat oleh Quran Surah al Baqarah ayat 261 :

Baca Juga :  Keajaiban Sedekah Rutin di Saat Sulit

Allah Taala berfirman,

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَنْفِقُوْا مِنْ طَيِّبٰتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّآ اَخْرَجْنَا لَكُمْ مِّنَ الْاَرْضِ ۗ وَلَا تَيَمَّمُوا الْخَبِيْثَ مِنْهُ تُنْفِقُوْنَ وَلَسْتُمْ بِاٰخِذِيْهِ اِلَّآ اَنْ تُغْمِضُوْا فِيْهِ ۗ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ حَمِيْدٌ

“Wahai orang-orang yang beriman! Infakkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untukmu. Janganlah kamu memilih yang buruk untuk kamu keluarkan, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata (enggan) terhadapnya. Dan ketahuilah bahwa Allah Mahakaya, Maha Terpuji.”

sumber video : https://www.youtube.com/watch?v=WOXChIYAFPQ

Yuk sedekah dengan sesuatu yang indah. Semoga ia tumbuh menjadi sedekah jariyah yang kelak akan menyelamatkan kehidupan akhirat kita, aamiin.

Kita Bersedekah Sesuai Dengan Kemampuan

Cara sedekah yang benar itu ada banyak. Kamu bisa lakukan beberapa tips sedekah dibawah ini dalam ke dalam kehidupanmu ya.

  • Sedekah dengan Hati

Ini adalah cara yang paling mudah dan ringan. Namun, ia sangat mempengaruhi sedekah lisan dan sedekah perbuatan lho. Kamu pasti pernah mendengar arti hadist tentang niat ini “sesungguhnya setiap perbuatan itu tergantung niatnya“.

Sebuah niat sangat menentukan arah sebuah perbuatan. Suatu pekerjaan yang tidak didasari niat, seolah berjalan tanpa tujuan yang pasti. Begitu pula sedekah, untuk apa dan untuk siapakah sedekah itu diniatkan?

Banyak sekali, amal ibadah yang ringan mendapat balasan pahala yang besar karena niat. Tak sedikit, amal ibadah yang berat justru mendapat balasan pahala yang kecil karena niat.

Niat yang ikhlas sangat mempengaruhi ganjaran pahala. Karena niat ikhlas untuk Allah Taala adalah syarat utama diterima suatu amal. Jika diniatkan untuk mendapat suara pilkada, gimana? Doi cuma dapat suara pemilih, bukan pahala sedekah.

Poinnya adalah hendaknya selalu berniat ketika ingin melakukan ibadah wajib maupun sunnah, meski kamu tak sempat melakukannya. “Kok gitu, boss?” Nabi juga pernah kok meniatkan diri untuk puasa tasu’a di tanggal 9 Muharram tapi tak sempat melaksanakannya karena beliau wafat. Apakah tetap mendapat pahala?

Baca Juga :  Kunci Rumah Tangga Bahagia Dunia Akhirat yang Diabaikan

Rasulullah bersabda,

إِنَّ اللهَ كَتَبَ الْـحَسَنَاتِ وَالسَّيِّـئَاتِ ، ثُمَّ بَيَّنَ ذَلِكَ ، فَمَنْ هَمَّ بِحَسَنَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا ، كَتَبَهَا اللهُ عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً ، وَإِنْ هَمَّ بِـهَا فَعَمِلَهَا كَتَبَهُ اللّـهُ عَزَّوَجَلَّ عِنْدَهُ عَشْرَ حَسَنَاتٍ إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ إِلَى أَضْعَافٍ كَثِيْرَةٍ

“Sesungguhnya Allah menulis kebaikan-kebaikan dan kesalahan-kesalahan kemudian menjelaskannya. Barangsiapa berniat melakukan kebaikan namun dia tidak (jadi) melakukannya, Allah tetap menuliskanya sebagai satu kebaikan sempurna di sisi-Nya. Jika ia berniat berbuat kebaikan kemudian mengerjakannya, maka Allâh menulisnya di sisi-Nya sebagai sepuluh kebaikan hingga tujuh ratus kali lipat sampai kelipatan yang banyak.” [HR. al-Bukhâri dan Muslim]

Maka, Nikmat manakah yang Kamu dustakan jika niat baik tanpa dikerjakan saja mendapat satu kebaikan. Dan jika dilakukan, kamu mendapat 10x sampai 700x kebaikan. Yuk Sedekah.

  • Sedekah dengan Lisan dan Perbuatan

Lisan adalah sumber keberkahan dan sumber perpecahan. Seyogyanya, lisan digunakan untuk berbuat baik. Sedekah dengan lisan sangatlah mudah, selain itu dapat bernilai pahala yang besar.

Cara sedekah dengan lisan diantaranya adalah dengan memperbanyak zikir dan berkata baik.

Untuk zikir, kamu bisa maksimalkan kalimat thoyyibah seperti membaca tasbih (Subhanallah), tahmid (Alhamdulillah), takbir (Allahu akbar), dan tahlil (Laa Ilaaha Illa Allah). Sedangkan sedekah berupa berkata baik, kamu bisa maksimalkan kebiasaan mengucapkan salam dan amar ma’ruf nahi munkar kepada orang di sekitarmu ya.

Adapun cara sedekah dengan perbuatan adalah dengan menafkahi keluarga, mengajarkan ilmu agama kepadanya, menahan diri agar tidak berkata kasar atau jahat, mengajarkan murah senyum, mengajaknya untuk shalat dan puasa, dan lain sebagainya.

Semoga mulai hari ini, kita menjadi bersemangat untuk sedekah. Ingat yaa, agar kita bersedekah sesuai dengan keadaannya masing-masing.

Temukan informasi penting lainnya, hanya di Media Informasi Terkini, Nexmedia.