perbedaan infak dan sedekah

Perbedaan Infak dan Sedekah Lengkap

Perbedaan Infak dan Sedekah – Berinfak dan bersedekah adalah sebagai bukti rasa syukur kita kepada Allah Taala atas segela nikmat-Nya yang melimpah ruah.

Hukum mengeluarkan infak atau sedekah adalah sunnah, (ada yang menyebut hukum infak adalah fardhu kifayah *scroll ke bawah untuk penjelasan lengkapnya). Kedua amal kebaikan ini memiliki keutamaan luar biasa. Diantara keajaibannya adalah orang yang infak dan sedekah akan terhindar dari api neraka, serta dapat menghapus dosa orang yang memberi sedekah dan infaq.

Agar kita dapat menuai keutamaannya, kita mesti memahami terlebih dahulu perbedaan makna infaq dan shodaqoh, sehingga kita dapat maksimal dalam menerapkan dua amal shaleh yang mirip tapi beda ini.

Perbedaan Infak dan Sedekah Secara Umum

Dua amal baik ini memiliki makna yang identik. Persamaan infak dan sedekah adalah suatu aktifitas yang sama-sama mengeluarkan sebagian harta serta membelanjakannya di jalan Allah. Keduanya memiliki tujuan untuk berbuat kebaikan, guna meringankan beban sesama manusia agar bisa hidup dengan tenang tanpa masalah yang berarti.

Infaq dan sedekah boleh dilakukan oleh siapa saja, karena keduanya tidak memiliki nishab. Selain itu, infaq dan shodaqoh terbebas dari batas minimal dari harta yang harus dikeluarkan dan waktu menyerahkannya pun fleksibel, kapanpun dan dimanapun. 

Kamu bisa kok berinfak atau bersedekah meski hanya Rp. 2.000 perak saja, tapi yakin mau infak dan shadaqoh segitu aja bro? 

Lalu, dimanakah letak perbedaan kedua amal saleh ini? Yuk kita bermain anologi sebentar.

  • Ketika Farhat Abbas mengisi kotak infaq di masjid, itu termasuk infak dan sedekah.
  • Saat Mesut Ozil menstransfer sejumlah uang ke panti asuhan agar pendidikan para santri lancar, maka itu juga infaq dan sedekah.
  • Namun, di kala Andika Kangen Band membantu warga bergotong royong di komplek, itu bukanlah infak melainkan hanya sedekah.
  • Begitu pula, pada waktu Bopak Castello mengajak kawannya untuk berbuat amar ma’ruf nahi mungkar, itu hanyalah sedekah, bukan infaq.

Perbedaan Infak dan Sedekah, Apa saja? 

Perbedaan infak dan sedekah (1) dari sisi definisi. Hukum infaq dan shodaqoh ada sedikit perbedaan. Disebabkan tujuan infak yang lebih spesifik daripada sedekah. Infak merupakan pemberian materi berupa harta ke sebuah lembaga agar ia dapat menjalankan roda pergerakannya. 

Contohnya, setiap uang infak yang masuk ke masjid, semuanya akan digunakan untuk kelangsungan aktifitas kegiatan pada masjid tersebut.

Bayangkan jika tidak ada siapapun yang berinfak di masjid itu, dapatkah takmir masjid mengadakan pengajian rutin, membayar tagihan listrik dan uang kebersihan masjid? Pada akhirnya pengurus masjid akan kesulitan memakmurkan masjid karena tidak memiliki dana. Bukankah kita akan berdosa apabila ada masjid yang tutup hanya karena tidak memiliki dana operasional?

Inilah yang membedakan antara infak dan sedekah, sehingga sebagian orang berpendapat hukum infak adalah fardhu kifayah. 

Hukum fardhu kifayah adalah perbuatan yang diwajibkan terlaksana dalam sebuah komunitas tanpa memandang apakah perbuatan itu dilakukan oleh semua umat Islam atau sebagian dari mereka.

Maknanya, harus ada perwakilan dari suatu kampung yang berinfak agar masjid memiliki dana kegiatan acara, Insya Allah semuanya akan mendapat balasan pahala. Namun jika tidak ada satupun, maka seluruh orang yang ada pada kampung tersebut akan berdosa.

Semoga kita sudah mulai bisa membedakan infak dan sedekah ya.

Perbedaan infak dan sedekah (2) dari segi bentuknya. Infak berbentuk harta saja, sedangkan sedekah dapat berbentuk harta maupun non harta.

Rasulullah bersabda,

أنفقي أَوِ انْفَحِي ، أَوْ انْضَحِي ، وَلاَ تُحصي فَيُحْصِي اللهُ عَلَيْكِ ، وَلاَ تُوعي فَيُوعي اللهُ عَلَيْكِ

Infaqkanlah hartamu. Janganlah engkau menghitung-hitungnya (menyimpan tanpa mau mensedekahkan). Jika tidak, maka Allah akan menghilangkan barokah rizki tersebut. Janganlah menghalangi anugerah Allah untukmu. Jika tidak, maka Allah akan menahan anugerah dan kemurahan untukmu.” (HR. Bukhari no. 1433)

Perintah untuk infak dan sedekah ini mesti segera dilakukan. Adapun contoh infak itu banyak sekali, kamu pun mungkin sudah pernah melakukannya. seperti :

  • Menyumbang uang sebesar Rp.5.000 setiap hari di kotak infaq yang kita jumpai di masjid.
  • Mendermakan sebagian rezeki kepada pengemis yang pantas di jalanan.
  • Memberikan sejumlah uang kepada kaum dhuafa dan fakir miskin yang tak berpunya.
  • Memberi santunan kepada anak yatim berupa memenuhi keperluan hidup mereka.
  • Menyisihkan sejumlah uang untuk orangtua berapapun jumlahnya.
  • Menginfakkan harta di jalan Allah, seperti menyerahkan sejumlah dana untuk kemaslahatan umat dan syiar agama Islam.

Setelah memahami contoh infak, berikut ini adalah sebuah ayat motivasi agar kita mau segera berinfak. Allah Taala berfirman pada Quran Surah al Baqarah ayat 254 :

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَنْفِقُوْا مِمَّا رَزَقْنٰكُمْ مِّنْ قَبْلِ اَنْ يَّأْتِيَ يَوْمٌ لَّا بَيْعٌ فِيْهِ وَلَا خُلَّةٌ وَّلَا شَفَاعَةٌ ۗوَالْكٰفِرُوْنَ هُمُ الظّٰلِمُوْنَ
“Wahai orang-orang yang beriman! Infakkanlah sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari ketika tidak ada lagi jual beli, tidak ada lagi persahabatan dan tidak ada lagi syafaat. Orang-orang kafir itulah orang yang zalim.”

Peringatan dari Allah Taala,

Allah Taala melalui ayat ini memperingatkan makhluk-Nya agar menyegerakan infak dan sedekah sebelum terjadi hari kiamat. Mengapa demikian? Karena jika sudah terjadi “Hari Akhir” sedang ia belum memaksimalkan infak, maka ia akan menerima beberapa penyesalan, diantaranya :

  • Tidak ada seorang pun yang mampu menebus dirinya menggunakan harta agar ia terbebas dari siksaan.
  • Tidak ada seorang pun yang bisa membantunya, termasuk orangtua, saudara, keluarga, sahabat dan lainnya, karena mereka semua sibuk dengan perkaranya masing-masing.
  • Tidak ada syafa’at terkecuali atas izin Allah bagi siapa saja yang dikehendaki-Nya dan diridhai-Nya.

Jika kita tidak bersiap diri, maka apakah yang akan menyelamatkan kita dari siksa api neraka? Yuk infak dan sedekah. Oleh karena kita hanyalah makhluk Allah Taala yang tak punya jaminan surga, maka mari kita perbanyak ibadah sunnah demi menyelamatkan segala kekurangan pada ibadah-ibadah wajib yang telah kita kerjakan sejak dahulu.

Contoh Sedekah dapat Membawa Berkah

Adapun contoh sedekah ada dua, materi dan non materi. Contoh sedekah dengan materi :

  • Mendonasikan sejumlah uang ke panti asuhan terdekat
  • Menyumbangkan uang kepada orang miskin
  • Membelikan kebutuhan hidup lansia yang tak berpunya
  • Melunasi biaya sekolah anak yatim piatu
  • Memberi makan orang yang puasa wajib maupun puasa sunnah
  • Menjamu tamu dengan hidangan terbaik
  • Bagi-bagi hasil panen beras ke tetangga

Adapun contoh sedekah non materi, adalah sebagai berikut :

  • Membantu gotong royong di kampung halaman
  • Menjadi panitia qurban di komplek
  • Meringankan urusan orang lain
  • Membetulkan atap rumah nenek yang berlubang
  • Membersihkan masjid dari pada kotoran dan najis yang bisa membatalkan shalat
  • Berkata baik dan jujur kepada orang lain
  • Mengajak teman untuk berbuat amar ma’ruf dan nahi munkar

Masih banyak sekali contoh infak dan sedekah dalam kehidupan sehari-hari. Yang terpenting, kamu bisa memahami perbedaan antara infak dan sedekah terlebih dahulu. Selanjutnya banyak-banyaklah praktik infaq dan shodaqoh.

Jadikan infaq dan shodaqoh sebagai tabungan akhirat kita nanti. Meski hukum asal infaq dan shodaqoh hanya sunnah, tapi keduanya mampu menutupi kekurangan pada ibadah wajib yang kita lakukan. Barangkali niat shalat subuh kita masih mengharap balasan dunia, mungkin takbir shalat yang kita lakukan masih belum khusyuk.

Segala kekurangan tersebut, mari kita tambal dengan infaq dan shodaqoh. Semoga dengan amal ibadah yang ringan dan mudah ini bisa menyelamatkan kita dan keluarga dari panasnya api neraka ya, aamiin.

Temukan informasi penting lainnya, hanya di Media Informasi Terkini, Nexmedia.

Baca Juga :  Cara Sedekah Subuh di Rumah Sendiri

Tinggalkan Balasan