makna cinta sejati
makna cinta sejati

Makna Cinta Sejati yang Jarang Diketahui hingga Memakan Korban

Makna Cinta Sejati – Cinta, memang dimana saja dibicarakan tiada habis. Berbagai cerita pun ditulis, bermacam buku juga dirilis, bahkan ribuan lagu dicipta dan dijual sangat laris; semua itu bertemakan cinta yang katanya manis dan melankolis.

Tema cinta memang tema pembahasan yang selalu hangat. Bahkan pembicaraan yang selalu menarik banyak kalangan terutama kawula muda. Meskipun sesuatu yang abstrak, namun cinta memiliki pengaruh yang luar biasa di alam nyata.

Betapa sering karena cinta membuat manusia menjadi gila. Gila bukan tidak waras akalnya, namun gila karena cintanya telah ditungganggi hawa nafsu dan angkara.

Jika demikian adanya, maka seringkali manusia berkata dan berbuat atas nama cinta, namun sejatinya hanyalah nafsu dan birahinya. Untuk itu, penting bagi kita untuk mengenali makna cinta sejati agar tertipu.

Makna Cinta Sejati dan Kepalsuan Atas Nama “Cinta”

  • Cinta telah dikambinghitamkan dalam berbagai macam kejahatan.

Cinta juga telah dituduh dalam banyak kepalsuan. Atas nama “cinta” banyak orang berbuat seenaknya tanpa aturan. Para lelaki hidung belang rela menghamili pacarnya karena memang dilandasi dengan “cinta”. Kasus suami yang selingkuh dengan rekan kerjanya, tidak lain juga karena jalinan “cinta”.

Banyak remaja Islam menenjalin hubungan pacaran tidak lain karena dorongan “cinta”. Komunitas lesbian, homoseksual dan para Nudist di Barat bebas melakukan hubungan seksual dan menikah sesama jenis, juga atas dasar “cinta”.

Bahkan orang-orang kafir membuat hari Valentine yang sebenarnya penuh nista menjadi hari kasih sayang merayakan dan memberhalakan “cinta”.

Bukan sekedar itu ternyata, orang-orang Syi’ah sengaja membungkus kedustaannya dalam mencintai Ahlul Bait dan nikah mut’ah atas nama “cinta”. Hari inipun para pecundang banyak mendeklarasikan diri sebagai pendekar dan “laskar cinta”.

Baca Juga :  Amal Ibadah yang Pertama Kali Dihisab pada Hari Kiamat adalah?

“Cinta “ juga seringkali dituduh sebagai kambing hitam dalam berbagai kasus frustasi.

Bahkan dikarenakan “cinta” seorang rela mati dan bunuh diri. Cinta juga sering mendorong manusia sowan ke “mbah dukun” meminta jampi-jampi. Bahkan karena cinta, tak jarang menjadi motivasi seseorang bergelimang dengan dunia sihir yang sangat ngeri.

Itulah berbagai kepalsuan dan kebohongan atas nama cinta. Akhirnya cinta yang sucipun jadi ternoda. Cinta yang indah tak lagi jadi ibadah.

Cinta yang manis berubah menjadi sadis. Dan cinta yang hangat tak lagi nikmat karena dipenuhi dengan syahwat.

Menyingkap Rahasia Di Balik Tabir Cinta

Saudaraku yang dirahmati Alloh, Ada rahasia besar di balik kata “C-I-N-T-A”.

Ia bukan sekedar kata tanpa makna. Begitu juga bukan makna tanpa guna. Namun cinta merupakan kata yang penuh guna dan makna di balik rahasianya. Siapa saja yang berusaha menyingkap rahasia ini, tentu ia akan mendapatkan nikmatnya cinta yang sejati.

  • Ada pahala dan siksa di balik cinta.

Banyak orang bercinta seenak hawa nafsunya.

Mereka tidak mengerti bahwa cinta itu bisa membawa dosa dan pahala. Cinta yang melanggar larangan Alloh, tentu akan menjadi cinta berdosa dan mendapat siksa.

Adapun cinta dalam rangka ketaatan kepada Alloh maka cinta itu akan mulia dan perpahala.

Oleh karena itu berhati-hatilah dalam bercinta. Jangan mudah mengobral cinta, Karena cinta itu mutiara berharga. Cinta itu harga diri yang ketika jatuh, maka akan jatuh pula jiwa manusia.

  • Ada ibadah dengan bercinta.

Cinta merupakan amalan hati yang sangat agung. Banyak ibadah di dalam Islam yang tidak sempurna kecuali dengan cinta.

Syarat kalimat tauhid tidak akan sempurna kecuali dengan cinta kepada Alloh dan kepada para pengusungnya. Selain rasa khouf (takut) dan roja’ (harap), ibadah seseorang tidak akan benar kecuali jika ditambah dengan cinta (mahabbah) kepada Alloh.

Baca Juga :  Bayar Sedekah kepada Orang Tua yang sudah Meninggal, Bisakah?

Jadi bermain-main dengan cinta sebenarnya bermain-main dengan ibadah hati yang kelak akan diadili di hari kiamat nanti.

Ada konsekuensi ketundukan, pengorbanan serta pembelaan di balik cinta.

  • Cinta yang sejati mengharuskan adanya ketundukan, pengorbanan dan pembelaan.

Adanya ketundukan merupakan wujud kepatuhan seorang hamba terhadap aturan dalam bercinta. Sedangkan pengorbanan adalah realisasi dari tulusnya kecintaan seseorang.

Tidak ada cinta yang tulus kecuali dengan berkorban dengan apa saja yang dimiliki.

Adapun pembelaan merupakan manifestasi wala’ (loyalitas) dan baro’ (antiloyalitas) atas cintanya. Jadi jika seorang mencintai Alloh dan rosul-Nya, pasti ia membenci apa saja yang dibenci Alloh dan rosul-Nya.

  • Ada ketinggian, ketenangan, kedamaian, dan keselarasan dalam bercinta.

Cinta yang benar adalah cinta yang meninggikan diri seseorang baik di mata Alloh maupun manusia. Cinta yang suci adalah cinta yang menumbuhkan rasa ketenangan, kedamaian dan keselarasan dalam jiwa.

Berbagai rasa tersebut tidak bisa digapai oleh seseorang yang cintanya berlumuran dengan dosa.

  • Ada kebersamaan dalam bercinta.

Seseorang akan dikumpulkan bersama orang yang ia cintai. Oleh karena itu jangan sembarang mencintai dan mengidolai seseorang.

Dari Anas bin Malik, ia bercerita: “Pernah seorang lelaki datang menemui Rasululloh, lalu dia bertanya: “Wahai Rasululloh , kapan hari kiamat?”, beliau bersabda: “Apa yang kamu telah siapkan untuk hari kiamat”, orang tersebut menjawab: “Kecintaan kepada Alloh dan Rasul-Nya”,

beliau bersabda: “Sesungguhnya kamu bersama yang engkau cintai”, Anas berkata: “Kami tidak pernah gembira setelah masuk Islam melebihi gembiranya disebabkan sabda nabi Muhammad “Sesungguhnya kamu bersama yang engkau cintai, maka aku mencintai Alloh, Rasul-Nya, Abu Bakar dan Umar, dan berharap aku bersama mereka meskipun aku tidak beramal seperti amalan mereka.” (HR. Muslim)

Baca Juga :  Rukun Sedekah dan Syarat Diterimanya Sedekah

Subhanalloh, kebersamaan tersebut ini tidak mensyaratkan harus beramal seperti yang dicintai.

Makna Cinta Sejati nih

Sebab kalau disyaratkan tentu umat seperti kita tidak akan bisa menyamai amal para sahabat yang mulia. Akan tetapi karena tingginya nilai kecintaan di dalam Islam, maka seseorang akan dikumpulkan bersama orang yang ia cintai.

Oleh karena itu Alloh melarang kita condong dan mencintai orang berbuat dosa dan dzolim.

Jadi merupakan kerugian besar jika akhir kebersamaan cinta kita bersama orang kafir dan murtad ataupun orang Syi’ah.

Meski mereka di dunia para artis kondang, musisi terkenal, maestro tersohor dan politikus ternama, namun di akhirat semua itu tiada berguna sedikitpun. Bahkan termasuk orang yang rugi. Naudzubillah min dzalik.

  • Bercinta Penuh Makna

Tidak semua orang mampu menikmati indahnya bercinta penuh makna.

Meski mereka selalu bertemu dan bercumbu rayu, namun percintaan mereka hanyalah palsu. Walau mereka setiap saat saling merindu, akan tetapi itu semua tipuan hawa nafsu.

Bercinta penuh makna adalah ketika cinta seseorang mampu sepenuhnya memberikan cintanya kepada Alloh dan rosul-Nya. Dia tidak mencintai kecuali karena Alloh dan untuk Alloh.

Itulah cinta sejati yang akan bermanfaat di akhirat nanti.

Pertanyaannya, Adakah makna-makna cinta yang indah tersebut bersemayam di balik cinta kita? Tentu kita sendiri yang paham jawabnya. Wallohu ‘alam bishowab.

Semoga informasi terkait makna cinta sejati ini bisa menginspirasi kita dalam membedakan bentuk cinta yang sesungguhnya. Semoga dengan ini juga, kecintaan kita kepada Allah dan RasulNya turut bertambah.

Makna Cinta Sejati yang Jarang Orang Ketahui

Tinggalkan Balasan